Sunday, 17 March 2024 04:15

Kesenian Tradisional Labuan Bajo Pesona Budaya Pulau Flores

Written by
kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores

KESENIAN TRADISIONAL LABUAN BAJO PESONA BUDAYA PULAU FLORES

 

Labuan bajo dikenal dengan panorama alamnya yang memukau, juga menjadi tempat bagi keberagaman kesenian dan kehidupan tradisional masyarakat lokal yang kaya. Berikut adalah beberapa contoh kesenian tradisional yang dapat anda temui di Labuan Bajo:

1. Tarian Adat

kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores-tarian-adat

Tarian adat merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan budaya di Labuan Bajo. Tarian-tarian seperti Caci daari suku Manggarai atau tarian Rato dari suku Bajo sering ditampilkan dalam upacara adat, perayaan budaya dan festival lokal. Gerakan yang indah dan music yang meghentak menciptakan pengalaman yang memukau bagi para penonton. Selain Tari Caci dan Tari Rato di Labuan Bajo juga terdapat Tarian Ngigal yang merupakan tarian yang berasal dari bajo. Tarian ini biasanya dimainkan bersamaan dengan lagu liligo. Tarian adat khas suku Bajo ini biasnya dipakai untuk penyambutan tamu penting atau pada acara-acara tertentu. Jika anda mau menikmati atraksi ini anda hanya perlu menempuh jarak sekitar 25 menit dari ibukota Kabupaten Muna Barat, Laworo. Untuk jarak tempuh dari Bandar Udara Sugimanuru ke lokasi sekitar 30 menit menggunakan transportasi darat dan 5 menit dari pelabuhan terdekat yaitu Tondasi.

Ada juga Tari Manca yang merupakan tarian sakral suku Bajo yang biasanya ditampilkan dalam upacara adat dan ritual keagamaan. Tarian ini dilakukan oleh penari wanita dengan gerakan yang lemah gemulai dan penuh makna. Tari Manca menggambarkan rasa syukur dan penghormatan terhadap alam serta memoho keberkahan dan perlidungan. Keindahan dan keanggunan tarian ini membuat wisatawan terpesona.

 2. Musik Tradisional

kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores-musik-tradisional

Musik tradisional Labuan Bajo sering dimainkan dalam berbagai upacara adat dan perayaan budaya. Alat music seperti gong, gendang, sasando (alat music tradisional khas Flores) dan seruling digunakan untuk mnegiringi tarian dan upacara keagamaan. Musik tradisional ini memiliki melodi yang khas dan mengandung makna spiritual.

Musik Bajo merupakan music tradisional yang digunakan masyrakat bajo dalam acara-acara adat Kepulauan Sepaken. Menurut tetua masyrakat bajo music ini mengandung harapan dan doa, karenanya gelaran music bajo biasa kita temui dalam acara selamatan, sunnatan, penyambutan tamu dan pernikahan. Musik bajo sebagai rangkaian lima gaya musik yang terdiri dari 5 alat music  yaitu Suleh (yang menyerupai Saronon), Gong, Penabuh, dan 2 Gendang. Saat acara-acara tertentu dulu musik bajo biasa diiringi dengan “Nigal” atau tarian, dan pertunjukan pencak silat. Musik Bajo di Kepulauan Sapeken yang dikelilingi lautan luas, memiliki adat istiadat dan budaya yang dipegang teguh serta kondisi social masyarakat yang terbuka dan beragam. Mereka hidup bersama suku lainnya yaitu dari bugis, bali, Madura dan mandar. Keberagaman dan dinamika social tersebut seolah diungkapkan melalui aluran.

Lagu Liligo adalah salah satu lagu tradisional suku Bajo yang terkeneal. Lagu ini biasanya dinyanyikan oleh masyrakat suku Bajo dalam berbagai kesempatan, seperti upacara adat, pesta pernikahan, atau saat berkumpul bersama. Melodi lirik yang mengalun indah menggambarkan kehidupan bahagia dan harmonis suku Bajo dngan alam dan laut. Wisatawan sering terpesona dengan keindahan musik dan makna yang terkandung dalam Lagu Liligo.

 3. Seni Pertunjukan

kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores-seni-pertunjukan

Selain tari dan music, seni pertunjukan lainnya juga menjadi bagian penting dari budaya Labuan Bajo. Pertunjukan teater, pertunjukan wayang dan seni bela diri tradsional seperti pencak silat sering ditampilkan dalam festival budaya dan acara-acara komunitas. Selain itu mereka juga mengadakan pertunjukan berupa memamerkan proses pembuatan tenun ikat Proses dimulai dengan pemisahan kapas dari bijinya, pemintalan benang, pewarnaan, pemisahan benang, pembentukan kain dan proses tenun hingga menghasilkan sehelai kain berukuran 2 meter x 1 meter. Bernadus Keytimu, coordinator kelompok teun dari Lembata menuturkan, proses pembuatan tenun ikat itu sengaja dimunculkan dalam pameran untuk mengingatkan kembali budaya tenun yang perlahan ditinggalkan. Para penenun kebanyakan mereka berusia 40 tahun keatas dan minim regenerasi. Secara khusus, tenun yang ditampilkan saat pameran itu menggunakan bahan yang diolah dari alam. Benang dari kapas serta pewarna alami. Proses pembuatan tenun berbahan alami itu memerlukan waktu yang lama. Diperkirakan sekitar satu tahun untuk satu helai kain. Hal ini sebanding dengan harga yang dibandrol, yakni mencapai puluhan juta.

4. Kerajinan Tangan

kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores-kerajinan-tangan

Kerajinan tangan tradisional juga merupakan bentuk kesenian yang penting di Labuan Bajo. Anyaman pandan, ukiran kayu, dan tenun ikat merupakan beberapa contoh kerajinan tangan yang dihasilkan oleh masyrakat lokal. Keterampilan ini telah diturunkan dari generasi ke generasi dan menghasilkan karya-karya yang indah dan bernilai seni tinggi. Seperti yang tertera pada poin 3, hal tersebut juga merupakan salah satu bagian dari kerajinan tangan yang biasa dilakukan oleh masyrakat Labuan bajo. Selain kain tenun tadi, kerajinan tangan dari Labuan Bajo juga bisa berupa souvenir atau pernak-pernik berupa tas, piring, tempat tissue, gantungan kunci hingga pajangan ruang tamu. Kemudian ada juga Kain Songke yang merupakan kain tenun khas Manggarai. Kain ini biasanya digunakan masyarakat lokal saar merayaka momen-momen penting. Salah satu keunikan dari kain ini adalah proses pembuatanya yang masih tradisional dan memakan waktu yang cukup lama. Ada juga aksesoris unggulan khas Labuan Bajo yaitu Mutiara. Mutiara ini biasa diolah menjadi kerajinan tangan, seperti kalung, gelang, cincin, anting dan aksesoris lainnya. Mutiara yang ditawarkan sungguh cantik dan menawan serta mampu bersaing dengan produk luar negeri, bahkan sudah diekspor hingga ke mancanegara.

 5. Lukisan dan Patung

kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores-lukisan-dan-patung

Beberapa seniman lokal di Labuan Bajo menciptakan lukisan dan patung yang menggambarkan kehidupan sehari-hari, alam sekitar dan mitologi lokal. Lukisan-lukisan ini sering dipamerkan di galeri seni lokal dan menjadi ekspresi kreativitas dan warisan budaya yang berharga. Salah satunya ada Lontart Galeri yng merupakan salah satu galeri seni yang berada di Labuan Bajo, destinasi wisata dunia. Lontart Kafe terletak di Kampung Nggorang, sekitar 10 kilometer dari pusat kota Labuan Bajo. Menurut Mart, Lontart Galeri tidak hanya memajang lukisannya sendiri, tetapi juga lukisan-lukisan orang lain yang dinilai menarik. Terdapat juga salah satu patung yang mendunia kini hadir sebagai ikon baru Kota Labuan Bajo. Pembanguna patung komodo yang kini merupakan asset Pemerintah Kabupaten Manggarai. Patung ini juga membantu mempercantik Kota Labuan Bajo untuk menarik lebih banyak wisatawan. Patung yang menjadi ikon baru di Manggarai Barat tersebut diletakan di atas fondasi yang terbuat dari perunggu dengan tinggi seluruhnya enam meter. Komodo yang mencengkeram bola dunia itu adalah lambing binatang purba ini milik dunia.

 6. Festival Budaya

kesenian-tradisional-labuan-bajo-pesona-budaya-pulau-flores-festival-budaya

Labuan Bajo menjadi tuan rumah berbagai festival budaya yang meriah setiap tahunnya. Festival-festival ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni tradisional, tetapi juga mempromosikan keberagaman budaya dan memperkuat rasa kebersamaan dalam masyarakat. Festival-festival tradisional di Labuan bajo mencerminkan keberagaman budaya yang ada di kota ini. Beberapa festival yang paling terkenal adalah Festival Budaya Manggarai, Festival Perahu Bajo, dan Festival Sastra Labuan Bajo. Setiap festival memiliki ciri khasnya sendiri dan menawarkan pengalaman unik bagi para peserta. Festival budaya manggarai merupakan salah satu festival terbesar di Labuan Bajo. Festival ini diadakan setiap tahun dan menjadi ajang bagi suku Manggarai untuk memamerkan kebudayaan mereka. Selama festival, para peserta dapat menyaksikan beragam pertunjukan senin, tarian tradisional, pameran kerajinan tangan, serta kegiatan lain yang mencerminkan kehidupan sehari-har masyrakat Manggarai. Kemudian ada juga Festival Perahu Bajo, yang mengahadirkan perlombaan perahu tradsional yang melibatkan masyarkat suku Bajo. Perahu-perahu tradisional yang indah dihiasi dengan warna-warni dan didapati oleh para pemuda yang berlomba untuk menjadi yang tercepat. Selain perlombaan perahu, festival ini juga menawarkan pertunjukan untuk tradisional dan berbagai kegiatan budaya lainnya. Serta terdapat Festival Sastra Labuan Bajo bagi para pecinta sastra.

 Info reservasi Jalan Binongko RT 2 RW 2 Kel Labuan Bajo, Kec Komodo Labuan Bajo Flores Kabupaten Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur 86554 Indonesia

 

Sumber: Kompas.id

Golden rama.com

Labuan bajo.co.id

Read 206 times

Leave a comment

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.